Ini Bahayanya Jika Simpan “Handphone” di Saku Baju

Banyak orang yang tak bisa lepas dari penggunaan handphone atau smartphone. Biasanya, telepon seluler (ponsel) itu pun disimpan di saku celana maupun baju karena lebih praktis. Anda tak perlu membuka tas terlebih dahulu ketika ingin menggunakan handphone.

Akan tetapi, menurut imuwan Amerika, dokter Devra Davis, kebiasaan itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Davis yang telah mempelajari efek radiasi ponsel selama bertahun-tahun mengungkapkan, radiasi bisa merusak DNA. Dengan begitu, efek radiasi akan memengaruhi kesuburan pria dan mengganggu metabolisme otak.

Davis mengaku prihatin, ketika banyak wanita meletakkan ponsel di bra dan muncul ikat kepala yang bisa untuk menyimpan ponsel. Ia mengatakan, efek radiasi di sekitar kepala dapat menganggu fungsi otak.

Davis pun menceritakan, ia pernah menemukan kasus seorang wanita yang memiliki tumor payudara persis di area ponsel sering disimpan. Bahkan, tumor itu berbentuk seperti ponselnya.

Penelitian lain menunjukkan, sering meletakkan handphone di saku celana bisa melemahkan daerah panggul dan mengurangi kepadatan tulang. Selain itu, peneliti juga menemukan, efek radiasi ponsel bisa mengembangkan masalah depresi, diabetes dan jantung.

Untuk itu, Davis menyarankan masyarakat mulai terbiasa menyimpan handphone di dalam tas saja. Menyimpannya di dalam tas lebih aman dari paparan radiasi ke tubuh. Tinggalkan juga kebiasaan tidur dengan menyimpan handphone di samping kepala Anda.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Yang Patut di Contoh dari Bripka Seladi, walau nyambi jadi Pengepul Sampah yang penting Halal

Bripka Seladi, anggota polisi di Polres Malang Kota layak dijadikan teladan. Demi mendapatkan uang sampingan, ia menyambi pekerjaan menjadi pengumpul sampah.

bripka-seladi

Selain bisa mendapatkan uang halal dari pekerjaan keduanya, pria berusia 57 tahun ini juga membantu dalam menciptakan kebersihan lingkungan.

Bripka Saladi memiliki sebuah gudang sampah di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Uniknya, gudang tersebut tidak terlalu jauh masih berada di jalan yang sama dengan kantor tempat ia berdinas.

Ketika berdinas menjadi polisi, ia bertugas di Urusan SIM Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polres Malang Kota yang berada di Jalan Dr Wahidin.

Sebelum kantor itu, berjarak sekitar 100 meter, ada sebuah bangunan. Jika dilihat dari luar, tidak terlihat tumpukan sampah. Halaman depan bangunan itu juga terlihat bersih.

Tetapi jika masuk ke dalamnya, bau khas sampah menyeruak. Bangunan itu minim penerangan. Tumpukan sampah yang terbungkus ratusan kantong sampah plastik berwarna hitam menggunung.

Sebuah lorong sempit disediakan untuk menuju salah satu ruangan di bagian belakang bangunan itu. Ruangan itu terlihat terang karena atapnya berlubang. Di ruang itulah, Seladi berdinas ketika tidak bertugas di kesatuannya.

Ia secara telaten memilah sampah. “Tukang rongsokan,” ujarnya terkekeh.

Berbincang dengan Surya, sambil memilah sampah, tidak terdengar nada minder dalam suaranya. Cara bicaranya mantap diselingi humor.

Ia juga menyelipkan humor ketika ditanya nama lengkapnya. “Ya hanya Seladi, sela-selane dadi,” katanya kemudian tertawa lebar.

Ya, itulah kehidupan Seladi. Seorang polisi, sekaligus pemulung dan pemilah sampah. Seladi menegaskan, pekerjaan sampingannya menggeluti “bisnis” sampah tidak membuatnya menelantarkan pekerjaan utamanya. Ia memilah sampah di luar jam dinas.

Delapan tahun, Seladi melakoni pekerjaan ganda ini. Empat tahun pertama, ia memulung sendiri sampah yang hendak dipilahnya.

Bapak tiga anak ini berkeliling kawasan dengan memakai sepeda ontel. Sepeda ontel itu yang menjadi kendaraannya sejak menjadi polisi tahun 1977.

Pukul 05.00 WIB, ia berangkat dari rumahnya di Jalan Gadang Gang 6, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, ke Mapolres Malang Kota.

Ia mengikuti apel, kemudian bertugas mengatur lalu lintas. Setelah mengatur lalu lintas, ia berdinas di Kantor Satpas, mengurusi ujian pencari SIM dan mengurusi administrasi sampai lepas jam dinas. Usai lepas jam dinas dan berganti baju, ia menggowes mencari sampah.

“Itu sekitar empat tahun, saya lakoni. Kemudian, teman saya meminjamkan rumah ini. Ini rumah kosong, saya jadikan gudang. Di sini pula, pemilahan dan sortir sampah dilakukan,” tutur Seladi.

Proses pemilahan sampah itu melibatkan empat orang, yakni Seladi, dibantu anaknya, Rizal Dimas, dan dua orang yang ia sebut temannya.

Seladi tidak lagi berkeliling memulung sampah. Setelah bertahun-tahun, namanya cukup dikenal. Ia telah memiliki tempat pengumpulan sampah di sekitar Stasiun Kota Baru Malang.

Dari tempat itu, setiap hari terangkut satu mobil pikap sampah.

“Mobilnya beli juga dari hasil sampah ini,” terangnya.

Sampah-sampah itu kemudian dipilah, apakah jenis botol plastik, kantong plastik, kardus dan material lain.

Tertarik bisnis sampah

Lalu kenapa sampah? “Karena saya melihat, ada orang yang mengambil sampah di sekitar kantor saya dinas. Kemudian saya pikir, ada rezeki di sana. Dan kalau tidak dipilah, akan banyak sekali tumpukan sampah. Saya lalu melakoninya, sendiri,” ujarnya.

Ternyata memang benar, sampah menjadi salah satu ladang rezekinya. “Meskipun tetap masih banyakan gaji polisi,” katanya.

Hanya saja, pendapatan dari sampah menambah penghasilan ekonomi di rumahnya. Ia menyebut tidak banyak, pendapatan dari sampah sekitar Rp 25.000 – Rp 50.000 per hari, jika dihitung per hari.

Pendapatan dari sampah terkumpul seminggu sekali, setelah sampah terjual.

“Yang penting halal, ikhlas, dan terus ikhtiar dalam melakoninya. Tidak usah peduli omongan orang. Saya tahu, pasti ada yang mencibir. Kalau ada yang begitu akan saya jawab ‘saya bisa menjadi seperti kamu, tetapi apa kamu bisa seperti saya’,” tegasnya.

Karenanya, ia mengaku tidak minder ataupun rendah diri meskipun setiap hari berkutat dengan sampah. Ia juga tidak jijik memilah aneka sampah. Ia juga mengaku tidak pernah menderita sakit serius meskipun membaui sampah menyengat setiap hari.

Tolak suap

Ia menegaskan, dirinya tidak mau tergiur meskipun berdinas di lahan yang selama ini dikenal sebagai lahan “basah” di institusi kepolisian.

Seladi mengaku tidak mau menerima pemberian orang, dengan tujuan tertentu dalam pengurusan SIM. Kalaupun ada yang memberi di rumah, imbuhnya, ia meminta sang anak mengembalikan pemberian itu.

Prinsip hidupnya itu ia ajarkan kepada sang anak. Lulusan SMEA di Malang itu mengajari anaknya, Rizal Dimas (21) etos kerja keras, halal, dan tanpa perasaan minder.

Setiap hari, sang anak membantunya memilah sampah. Lulusan D-2 Informartika Universitas Negeri Malang (UM) juga tidak jijik memilah sampah.

“Saya tidak minder memiliki ayah yang polisi, tapi juga tukang rongsokan. Ini pekerjaan halal. Saya malah bangga, karena ayah mengajari tentang kerja jujur,” tegasnya. Ketika masih ada anggapan miring tentang polisi, Rizal berani menyodorkan bahwa sang ayah merupakan polisi yang patut dicontoh.

Sehingga Rizal tetap ingin menjadi seorang polisi. Tahun ini merupakan tahun ketiganya mencoba peruntungan ke kepolisian.

Ia sudah dua kali gagal ketika mendaftar menjadi polisi. Rizal mengakui, tidak ada bantuan lobi dari sang ayah supaya lolos. Tahun ini, ia kembali akan mendaftar.

Sementara itu, salah satu pekerjannya, Yani melihat Seladi sebagai sosok yang ulet dalam bekerja. “Bapak itu kalau tidak dinas ya bekerja di sini. Kalau ada tugas ngepam (pengamanan, red), kayak ngepam Arema tanding kemarin, ya tidak bisa nyortir sampah,” ujarnya.

Source: http://suryamalang tribunnews com/2016/05/18/beginilah-sosok-bripka-seladi-polisi-yang-memilih-menjadi-pengepul-sampah-daripada-terima-sogokan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

HIDUP TAPI SEPERTI MAYAT

Bertamu main HP…
Ngaji main HP…

ngaji main hp
Terima tamu main HP…
Bekerja main HP…
Belajar main HP…
Sambil makan main HP…
Ditengah keluarga main HP…
Kiamatlah duniamu tanpa HP…
Kadang terlihat dua orang saling duduk berhadapan tidak berbicara sama sekali, karena salah satu atau keduanya sibuk main HP, kalaupun harus bicara akhirnya tidak nyambung dan muncul sikap tidak peduli
Punya masalahpun bukan lagi mendatangi keluarga yg terdekat, tetapi membahas di sosmed, rasanya lebih “afdhol”
Manusia menjadi “ADA NAMUN TIADA”
Sahabat… jazad-jazad yg telah menjadi zombie berkeliaran… hidupnya hanya seputar dunia dalam ponselnya
Basahnya embun pagi…
Hangatnya mentari pagi…
Jabat erat tangan sahabat telah hilang dan diganti gambar-gambar mati dalam ponsel
Gerak petualangan akan hebatnya bumi juga sudah diganti hanya dengan gerakan telunjuk dan jempol
Wajah-wajah mulai pucat, tubuh mulai ringkih, pahala-pahala beterbangan sia-sia sebagai resiko terburuk yg mungkin dimiliki,
Sedangkan engkau tidak kemana-mana dan belum melakukan apapun selain menggerakkan jempol dan jarimu pada layar kecil yg penuh sihir ini
Hidup dalam kematian itu adalah keniscayaan, tetapi “MATI DALAM HIDUP” itu pilihan
MAKA BANGUNLAHHH,,!!!
hiduplah sebagaimana manusia itu hidup,
Saat suami/istri datang, simpan HPmu,!
Saat anak bercerita, simpan HPmu,!
Saat ibu/bapak bicara, simpan HPmu,!
Saat tamu berkunjung, simpan HPmu,!
Saat rumah berantakan, simpan HPmu,!
Saat matahari merekah, udara sejuk, angin semilir, burung bersiul, anak-anak tertawa riang, simpan HPmu,!
Perhatikan duniamu dengan seksama, sebab NIKMAT ILAHI ada disana
HIDUPLAH..!!!
Engkau belum mati tapi sudah bertingkah seperti mayat.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

ISTRI YANG TIDAK BERDANDAN

.:: ISTRI YANG TIDAK BERDANDAN ::.
Suami wajib baca..
Suami: assalamualaikum…
*ibu: waalaikumsalam
lho nak kok tumben pulang gak bilang bilang mana istrimu…??
Suami:istri di rumah bu, saya gak bilang ke istri kalau mau ke sini hehehe…
Ibu: lho kenapa…? Ya gak boleh lho kyak gitu..??
Suami: bu saya mau tanya, se sibuk itukah jadi ibu rumah tangga…??
Ibu: kenapa…?? Kamu ada masalah sama istrimu..??
Suami: ya saya bingung aja bu..?? Rumah gak pernah beres…?? Tiap malam mengeluh capek
sedangkan saya yg kerja tiap hari aja biasa aja. Yg aneh lagi bu kenapa istri saya tidak pernah berdandan. Padahal itu kan sebuah kewajiban istri harus terlihat cantik di depan suami. Saya liat ibu kok biasa aja gak pernah sesibuk istri saya.

ISTRI YANG TIDAK BERDANDAN
Ibu: nak, dengar ibu baik-baik , pekerjaan ibu rumah tangga memang tidak banyak. Hanya berkutat pada membersihkan rumah memasak dan menggurus anak. Tapi pekerjaan itu sungguh menguras tenaga dan pikiran. Coba liat mana pernah istrimu mengerjakan suatu pekerjaan sampai selesai…?
Yg istrimu lakukan pasti mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Karena apabila tidak seperti itu tidak akan selesai-selesai.
Suami: tetapi kenapa rumah jarang sekali rapi…??
Ibu: karena istrimu lebih memprioritaskan Continue reading »

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Yaa Allah… Jauhkanlah aku dari Api Neraka mu

Mengapa Mayoritas penghuni neraka adalah kaum wanita ?

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Ditanyakan kepada beliau, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya lagi, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadits. Bukan disebabkan karena durhaka pada Allah SWT karena tidak pernah melakukan ibadah, namun disebabkan karena durhaka pada suaminya.

Muhammad bin Ibrahim Al Hamd dan Abdullah bin Al Ju’atsain menuliskan bentuk-bentuk kedurhakaan seorang istri terhadap suaminya dalam buku Min Akhta’ Az Zaujat Aswa Az Zaujat, sebagai berikut:

1. Mengungkit-Ungkit Pemberiannya Terhadap Suami Di Masa Lalu

Banyak fakta dimana rezeki istri lebih lapang dibandingkan rezeki suami. Kelapangan rezeki ini bisa diperolehnya dari jalan karir atau dari latar belakang keluarga yang memang dikaruniai kekayaan berlimpah. Hal ini menyebabkan pihak istri sering kali memberikan sesuatu pada sang suami. Jika pemberian itu didasari niat ikhlas membantu suami demi mendapat ridha Allah SWT semata, maka tentu alangkah baiknya hal tersebut.

Namun lain halnya jika seorang istri sering mengungkit-ungkit pemberian tersebut, tentu secara langsung akan membuat hati suami menjadi tersakiti dan itu merupakan suatu bentuk kedurhakaan terhadap seorang suami. Pernah sebuah rasa sakit hati tersebut semakin menjadi ketika seorang istri berkata“Yah, kamu itu dahulunya gak punya apa-apa. Namun karena bantuan modal dari Papah kini kamu udah bisa sukses. Tapi apa buktinya sekarang? Gaji kamu gak cukup buat nafkahi aku dan anak-anak kita. Kalau aku gak kerja, gimana kebutuhan dapur bisa tercukupi dengan gajimu itu.” atau mencela suami setelah di phk,belum dapat pekerjaan.. Astagfirullah.

Sesungguhnya orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya kepada orang lain akan Allah timpakan adzab yang sangat pedih. Hal ini telah Rasulullah sabdakan dalam hadistnya.

“Ada tiga golongan yang pada hari kiamat Allah tidak berbicara kepada mereka, tidak melihat mereka dan tidak mensucikan mereka, serta bagi mereka adzab yang pedih” Abu Dzar berkata “Mereka merugi, siapa mereka ya Rasulullah?” Beliau menjawab “Orang yang memanjangkan ujung pakaiannya, orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian dan orang yang memberikan barangnya dengan sumpah palsu” (HR Muslim)

2. Kurang Bersyukur Dan Banyak Mengeluh

Dalam kehidupan rumah tangga, ada juga tipe seorang istri yang kurang bersyukur dan justru banyak mengeluh. Ucapan seorang muslim saat diberi rezeki seperti ucapan Alhamdulillah pun jarang diucapkannya, apalagi mengucapkan terima kasih kepada sang suami.

Saat suami memberikan nafkah hasil jerih payahnya, istri tak mensyukurinya dan merasa apa yang diberikan selalu kurang dan kurang. Saat nafkah suami bertambah seperti naik gaji ataupun keuntungan dagang yang lebih besar, istri pun sering membandingkan pendapatan suaminya dengan tetangga atau temannya.

Sikap seorang istri yang tidak berterima kasih inilah yang membuatnya menjadi kufur akan nikmat Allah terhadap dirinya dan keluarganya serta menjerumuskannya dalam siksaan di neraka.

“Diperlihatkan neraka kepadaku. Ketika itu aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita” Seseorang bertanya “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Rasulullah menjawab “mereka kufur kepada suami dan tidak berterima kasih atas kebaikan yang diterimanya. Walaupun sepanjang masa engkau telah berbuat baik kepada mereka, begitu mereka melihat sedikit kesalahan darimu, mereka akan berkata “Aku tidak pernah melihat kebaikan darimu” (HR Bukhari).

3. Menuntut Kesempurnaan Secara Berlebihan

Awalnya seorang istri membayangkan bahwa yang namanya kehidupan rumah tangga akan dipenuhi dengan hal yang indah, penuh cinta dan kehidupan yang serba bahagia. Tak pernah dalam benaknya akan ada problematika, hal yang menyedihkan dan sesuatu yang menyusahkan.

Namun saat ia mulai berumah tangga ternyata kondisinya tidak seperti yang ia bayangkan dahulu dan berpikir telah salah dalam memilih pasangan hidup. Saat masalah datang dan problematika menghampiri, suaminyalah yang menjadi kambing hitam dan merasa bahwa ia telah salah memilih suami.

Pandangan seorang istri dalam memikirkan kehidupan berumah tangga yang hanya berupa keindahan saja dikarenakan lemahnya pendidikan rumah tangga yang telah didapatkannya sebelum menuju sebuah pernikahan. Terlebih lagi sikap memanjakan dari orang tuanya yang membuat kehidupan rumah tangga bak seperti sebuah cerita novel yang indah-indah saja. Sementara kondisi lain dari rumah tangga yang sebenarnya tidak ia ketahui dan tidak siap untuk menerimanya.

4. Mengesampingkan Mertua

Di jaman sekarang sangat sulit sebuah pasangan suami istri untuk memiliki rumah sendiri dan mau tidak mau harus tinggal bersama dengan mertuanya. Kadang ada pula pasangan yang telah memiliki rumah dan suami membawa orangtuanya untuk tinggal di rumah agar bisa merawat orang tuanya tersebut. Kondisi seperti itu akan menjadi sebuah ujian bagi seorang istri untuk bersikap dalam menghadapi orang tua dari suaminya. Ini karena berbuat baik terhadap mertua merupakan salah satu ciri baktinya seorang istri terhadap suaminya.

Seorang istri yang bersikap tidak hormat, tidak memperhatikan perasaan mertuanya dan meninggikan suara di hadapan keduanya menjadi bagian dari durhakanya ia terhadap suaminya.

Ingin jauh dari mertua pun menjadi sebuah kesalahan dan mengharapkan mereka segera meninggal ataupun menyakiti serta mencari kesalahan mereka merupakan durhaka yang sangat besar. Apalagi menjelek-jelekkan mereka berdua dan membuat suami mengusirnya. Astagfirullah

Sikap demikian tak hanya terjadi saat pasangan suami istri tinggal serumah dengan mertua saja. Seorang istri harus menyadari bahwa mertua sama seperti orang tuanya sendiri yang harus dihormati serta diberi kasih sayang juga.

5. Berpenampilan Seadanya Di Hadapan Suami

Istri yang tidak mempercantik dirinya di hadapan suami juga merupakan sikap durhaka jika memang hal itu bisa ia lakukan. Namun ini tidak berlaku jika memang apa yang dimilikinya tidak bisa membuat penampilannya lebih baik. Contoh seperti pasangan suami istri pemulung ataupun yang memang kekurangan dalam segi harta sehingga hanya cukup untuk makan sehari saja. Namun jika memang berkecukupan untuk membuat penampilan seorang istri lebih cantik, maka hal itu menjadi sebuah kewajiban bagi dirinya.

Sungguh disayangkan banyak sekarang ini yang berkemampuan untuk mempercantik diri di hadapan suaminya namun justru tidak ia lakukan. Yang lebih anehnya lagi adalah kosmetik dan baju barunya lebih senang dipakai untuk berjalan-jalan bersama dengan teman-temannya atau juga arisan dengan para tetangganya. Bahkan waktu di rumah habis untuk berdandan demi mendapat pujian dari orang lain seperti memakai parfum semerbak dan bermake up yang berlebihan. Padahal Rasulullah melarang seorang wanita mengenakan parfum saat pergi keluar rumah.

“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR An Nasai)

“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR Ahmad)

Demikianlah Beberapa Perilaku Durhaka Istri Yang Menyakitkan Hati Suami, Semoga keluarga kita selalu dilimpahi keberkahan dan dijauhkan dari segala hal yang bisa mengundang murka dan azabNya.. Amiin.. Amiin

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Renungan: Gaji suami berapa dan untuk apa?

Pernahkan engkau renungkan tentang gaji suami berapa dan untuk keperluan apa saja? ataukah kita termasuk yang tidak perduli berapa penghasilan suami? pokoke setiap kita ada keinginan, harus terlaksana bagaimanapun caranya.. urusan lain belakangan?


di posting tentang wanita dan api neraka, sekarang sedikit cerita “Fiksi” dimana sang suami yang berpenghasilan 3,2 jt per bulan masih kekurangan setiap bulannya karena tak kuasa menolak keinginan sang istri yang ingin ini dan ingin itu..

sehingga berbagai cara dia lakukan untuk menutupi yang besar pasak daripada tihang. sebenarnya jika hanya pengeluaran rutin bulanan gaji nya cukup, tetapi karena ada pengeluaran “extra” akhirnya tidak lah cukup. keperluan utama sebenarnya hanya biaya belanja rumah tangga bulanan untuk makan ber-3 1,8jt. biaya sekolah + jajan anak 400rb, sewa kontrakan 300rb, beli makan suami kerja 300rb, bensin 150 rb, listrik 100 rb, pulsa 100 rb. di total 3,15jt.. tetapi ternyata ada pengeluaran extra misalnya istri ikut arisan… kalo cuma satu 50 rb mungkin gak masalah, kalo arisannya lebih dari arisan karpet, arisan tupperwere, arisan seprei, arisan duit, dan ibu-ibu arisan lainnya.. dari mana sumber dana nya ? Continue reading »

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail